
Dalam dunia desain digital, seorang web designer tidak hanya bertugas membuat tampilan yang menarik, tetapi juga memastikan struktur website berjalan dengan baik.
Di sinilah wireframe berperan penting ia menjadi kerangka dasar yang membantu desainer merancang pengalaman pengguna sebelum masuk ke tahap visual yang lebih detail.
Bagi web designer modern, Figma telah menjadi salah satu alat utama untuk membuat wireframe. Dengan fitur kolaboratif dan tampilan yang sederhana, Figma memudahkan siapa pun untuk menuangkan ide desain dengan cepat dan efisien.
Langkah pertama, buka Figma dan klik Create New → Design File. Kamu akan melihat kanvas kosong yang siap digunakan. Ganti nama file di kiri atas agar proyekmu mudah dikenali.
Di panel kiri, kamu akan menemukan pages dan layers, sementara di bawah ada toolbar dengan berbagai alat penting. Panel kanan berfungsi untuk mengatur properties seperti ukuran, warna, dan posisi elemen.
Sebelum menggambar, buat Frame sesuai ukuran perangkat yang akan kamu desain. Klik ikon Frame Tool, lalu pilih ukuran layar ponsel atau desktop. Anggap frame seperti selembar kertas tempat kamu menuangkan ide desain tanpa gangguan.
Untuk referensi, ambil screenshot dari website atau aplikasi yang kamu sukai (misalnya YouTube) dan tempelkan ke dalam kanvas. Jika ukuran gambar terlalu besar, sesuaikan lebarnya agar pas dengan frame.
Sebagai web designer, kamu hanya butuh dua alat utama untuk membuat wireframe: Rectangle dan Text.
Mulailah dengan elemen terbesar, misalnya banner utama. Setelah itu, tambahkan elemen kecil seperti tombol dan teks pendukung. Untuk foto profil atau ikon, gunakan Ellipse Tool agar berbentuk lingkaran sempurna.
Gunakan shortcut berikut untuk mempercepat kerja:
Gunakan warna netral seperti hitam, putih, dan abu-abu. Hindari warna mencolok agar fokus tetap pada struktur layout, bukan tampilan visual.
Tidak masalah jika rancangan awalmu terlihat belum sempurna. Wireframe memang dibuat untuk eksplorasi cepat. Namun, jika kamu ingin mempresentasikannya kepada klien, rapikan sedikit posisi dan jarak antar elemen agar tampak lebih profesional.
Kamu juga bisa mengganti ikon sementara dengan ikon asli dari Google Material Icons Library. Cukup unduh dalam format SVG dan seret ke dalam Figma hasilnya tetap tajam meski diperbesar.
Sebagai tambahan referensi, kamu bisa membaca artikel Profesi Design yang Paling Dicari di Dunia untuk memahami bagaimana peran web designer semakin dibutuhkan di industri digital modern.
Setelah semua elemen tersusun rapi, pilih frame utama lalu buka panel kanan bawah untuk mengekspor hasil desainmu. Kamu bisa menyimpan dalam format PNG, JPG, atau PDF, tergantung kebutuhan.
Setelah semua elemen tersusun rapi, pilih frame utama lalu buka panel kanan bawah untuk mengekspor hasil desainmu. Kamu bisa menyimpan dalam format PNG, JPG, atau PDF, tergantung kebutuhan.
Untuk pemahaman lebih lanjut tentang struktur dasar situs web sebelum masuk ke desain visual, lihat artikel HTML Fondasi Dasar Website dan Dasar Pengembangan Situs.
Bagi seorang web designer, membuat wireframe bukan sekadar tugas teknis, tapi juga bagian dari proses berpikir kreatif. Wireframe membantu memahami alur pengguna, memvisualisasikan ide, dan menghindari revisi besar di tahap akhir desain.
Banyak desainer pemula sering langsung membuat desain berwarna tanpa perencanaan struktur. Padahal, seperti membangun rumah, kamu tentu tidak akan mengecat dinding sebelum pondasinya kokoh, bukan?
Jadi, sebelum membuat tampilan website yang menawan, pastikan kamu memahami dasar-dasarnya dengan membuat wireframe di Figma terlebih dahulu. Dengan latihan, kamu akan semakin mahir menyusun tata letak yang fungsional dan estetis ciri khas seorang web designer profesional.
Sumber Photo : Domenico Lola on Unsplash



